
SURABAYA – Empat perwakilan siswa SMAN 10 Surabaya mengikuti kegiatan Digital Creator Peace yang dihadiri Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Convention Hall Arief Rahman Hakim, Surabaya, Kamis, 22 Oktober 2026. Kegiatan ini mengajak pelajar menjadi kreator konten digital yang menyebarkan pesan perdamaian dan menangkal paham radikal di ruang maya.

Para siswa yang mewakili sekolah adalah Syabas Darma Saputra (X-A), Adshila Fitia Bramantya (X-D), Angelina Altha Funisa (X-H), dan Bintang Dhiau Sanders (XI-H). Mereka bergabung bersama peserta dari berbagai sekolah dan komunitas kreator.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 WIB ini diselenggarakan oleh Annisa Putri S.Psi., M.M seorang aktris sekaligus model dan dosen. Perwakilan BNPT hadir sebagai narasumber untuk memberikan pemahaman tentang bahaya paham radikal dan terorisme yang kerap menyasar generasi muda melalui media sosial.
Digital Creator Peace digelar karena pelajar termasuk kelompok yang paling aktif di dunia maya, sehingga rentan terpapar konten bermuatan intoleransi dan ujaran kebencian. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi yang kritis, tetapi juga produsen konten positif yang mengampanyekan toleransi, persatuan, dan perdamaian.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapat materi dan kegiatan pemaparan wawasan kebangsaan, pelatihan pembuatan konten kreatif, dan sesi diskusi. Peserta juga didorong memanfaatkan platform seperti Instagram, TikTok, dan YouTube untuk menyuarakan nilai-nilai damai dengan cara yang menarik dan sesuai dengan gaya anak muda.
Sementara itu, salah satu perwakilan siswa SMAN 10 Surabaya, Angelina, mengaku mendapat banyak pengetahuan baru. “kegiatan ini sangat bermanfaat apalagi untuk kalangan muda yang melek teknologi saat ini.”
Setelah kegiatan ini, para siswa SMAN 10 Surabaya diharapkan dapat membagikan ilmu yang diperoleh kepada teman-temannya di sekolah dan aktif memproduksi konten bernuansa damai di media sosial masing-masing.
